PENGUMUMAN

Setiap konten, merek dagang, atau bahan lain yang mungkin ditemukan di OTAKU-AKUT adalah bukan properti dari kami OTAKU-AKUT tetapi hak cipta dari pemiliknya masing-masing.OTAKU-AKUT tidak melakukan klaim kepemilikan atau tanggung jawab untuk kontent tersebut, dan anda harus mencari persetujuan hukum untuk setiap penggunaan bahan tersebut dari pemiliknya.

Gun-ota ga Mahou Sekai ni Tensei Shitara, Gendai Heiki de Guntai Harem o Tsukucchaimashita!? CHAPTER 16 - Quest Pertama

Font Size :
Dark Mode
Reset Mode



Chapter  16 - Quest Pertama
---------------------------------------------------------
ALIH BAHASA: VOID SAFIRMA
EDITOR: Ayub D'outsiders
SUMBER: RE-TRASLATION

Setelah menerima quest di adventurer guild, aku memasuki toko alat pendukung di samping kiri adventurer guild untuk membeli monster clearing potion.


Luasnya sebagaimana toko pada umumnya.
Di sepanjang sisi dinding ditempatkan cairan berwarna merah, biru, kuning, ungu, dan sebagainya di dalam botol, kumpulan tanaman obat, berbagai batu dengan ukuran berbeda, dll. Masing-masing harga memiliki beberapa nomor terletak di atasnya, di antara mereka ada batu-batu yang dapat dilihat memiliki harga yang tinggi disisipkan di bagian atas.

Aku memandangi segala sesuatu dari awal sampai akhir, kemudian bertannya pada wanita yang duduk di meja dekat pintu masuk tentang di mana potion berada.

Wanita itu tersenyum dan mengambil botol dari rak depan.
Itu adalah botol biru dengan ukuran sekitar 250 ml.

Aku memeriksa harganya, itu 1 perak koin.
Mahal!? Terlalu mahal! Bukankah ini lebih mahal daripada magic liquid metal!?

Aku hendak mengangkat suara, tapi aku menahannya.
Tetapi wanita itu menjelaskan bahwa hanya dosis kecil yang perlu diterapkan pada bangkai. Jadi tidak akan habis begitu cepat.

Jadi aku membayarnya dan membeli potion, dan bertanya pada perempuan penjaga toko di mana aku dapat membeli pisau.
Aku punya pistol jadi aku tidak akan membutuhkan pedang, tapi aku masih perlu pisau.
Dia mengatakan kepadaku bahwa toko senjata dan baju besi terletak di depan toko alat pendukung Magician Guild.

Aku mengucapkan terima kasih, kemudian meninggalkan toko dan pergi ke toko senjata dan baju besi.

Sebuah pisau dengan harga 3 koin perak.
Aku pikir aku akan menggunakannya untuk memotong ekor garugaru yang sudah dikalahkan, dan memilih pisau yang agak tebal.
Sementara aku di sana, aku juga membeli tas kulit untuk menempatkan ekor.
Yang satu ini seharga 6 koin tembaga besar.

Setelah itu aku kembali ke penginapan, untuk melakukan persiapan ku.

Aku meletakkan "S & W M10" revolver di sabuk pistol ku. ‘Terisi penuh’.
Aku membawa AK-47 dengan sebuah banana magazine, dan memastikan bahwa sling kulit dibuat khusus di tempatnya.
Aku menempatkan dua magazine cadangan dalam kantong khusus yang diletakkan di sisi kiri gunbelt tersebut.
Aku menempatkan dua magazine cadangan, satu di setiap sisi ransel. Aku juga memasukkan sebuah kotak amunisi untuk pistol.

Selain itu, aku dilengkapi dengan pisau yang baru saja aku beli di belakang pinggul ku.
Dengan ini aku bersenjata lengkap.

Selain itu, tas kulit, yang berisi botol air yang dibuat dengan magic liquid metall, sandwich (daging yang di goreng sampai garing, sayuran mirip dengan tomat, dan omelet yang di panggang) di dalam ransel.

Aku juga mengambil sebanyak 500 ml magic liquid metall, untuk berjaga-jaga. wadah terbuat dari magic liquid metall. Aku hati-hati menutup dan meletakkannya.
Aku melapisi monster kliring potion dengan kain dan meletakkannya di atas agar tidak pecah.

Aku mengenakan tas ransel, menyampirkan AK-47 di bahu ku, dan meninggalkan penginapan.

"Baiklah, aku pikir aku harus mencoba pergi melalui gerbang barat dan berjalan di sekitar hutan."

Aku meninggalkan bangsal barat, di mana bangunan yang berkaitan dengan petualang berada, dan keluar gerbang.
Aku menunjukkan tanda pengenal ku pada penjaga gerbang dan segera diizinkan untuk pergi ke luar.

Seperti itu, aku berjalan dan meninggalkan ladang dan peternakan, kemudian menyusuri tepi hutan.

Setelah sekitar 30 menit berjalan kaki.
100 m ke depan, beberapa makhluk berkaki 4 keluar dari hutan. Tiga di antaranya.

Mereka memiliki telinga berbentuk segitiga mirip rubah, taring runcing, dan tubuh kurus yang tampak lincah, ekor mereka menjalar seperti sapu bambu, dan bulu yang cukup bervolume.

Mereka tampak seperti anjing liar. Jadi ini adalah garugaru, ya.

Dalam dunia ku sebelumnya, the father of combat karate, Ooyama Masutatsu, mengatakan "Setelah manusia memegang pedang, mereka akhirnya menjadi sama dengan kucing"

Tentu saja, seorang pemula akan menemukan bahwa sulit untuk menggunakan pedang atau tombak melawan monster yang menunjukkan permusuhan tersebut.

"Oooooooooooooooo !!!"

Tiga garugaru menargetkan aku untuk menjadi mangsa mereka dan berlari sambil melolong.
Untuk monster, daging seoarang anak adalah makanan besar.
Aku bahkan tidak memegang pedang, dan dengan malas berjalan sendirian, untuk mereka aku pasti terlihat seperti " duck carrying an onion ".
(EN: idiom di atas berarti masakan yang datang tanpa perlu mencari)

Tapi aku menurunkan AK-47 dari bahu ku tanpa panik.

Aku menekan kunci pengaman.
Aku mengaturnya ke full-auto.

Aku menarik cocking handle, dan peluru memasuki ruang tembak.
Aku meningkatkan kemampuan fisikku dengan body strengthening.
Aku menghadapi musuh dengan kneeling shot pose, lutut kanan ku di tanah, dan kaki kiri aku berjinjit.
(EN : kneeling shot pose = pose menembak berlutut.)

Aku punya persediaan di bahuku.
Aku mengarakah moncong senapan ke arah garugaru tersebut.

Tentu saja, garugaru tidak tau apa-apa tentang assault rifles.
Begitu moncong menunjuk pada mereka mereka tidak lari, dan langsung berlari menuju mangsanya.
untuk menjatuhkan mereka bertiga, aku menarik mereka  sehingga mereka tidak lari.

saat jarak tepat 30 m.

Aku menarik napas- aku melakukanya sehingga tidak mengganggu saat aku menembak.
Aku menekan pelatuk.

BANG! BABABABABANG!

Suara berirama dari tembakan.
Tiga garugaru yang berbaris sejajar ditembak oleh 7.62mm Russian shot di kepala dan bahu langsung mati dan jatuh.

Pertempuran berakhir dalam waktu kurang dari 10 detik.

Aku mendekatinya, tetap mengaktifkan body strengthening untuk berjaga-jaga.
Aku menyodok mereka dengan kakiku, tapi tidak ada reaksi.
Mereka pasti mati.

"Itu selesai lebih cepat daripada perkiraan ku ...... Ini berkat AK-47. Bahkan, itu cara yang berlebihan untuk musuh-musuh pada tingkat ini. "

Aku mengktifkan kembali mode safety pada AK-47 untuk saat ini, dan menyampirkannya kembali di bahu ku.

Aku menarik keluar pisau dari pinggangku dan memoton semua ekor mereka.
Mengambil tas kulit dari ransel, aku menaruh ekor dan mengikatnya terlebih dahulu.

Aku menaburkan beberapa tetes potion yang aku beli di toko alat pendukung pada bangkai garugaru.
Aku mencoba menciumnya, tapi di hidung ku itu tidak benar-benar memiliki bau.
Mungkin tidak pada tingkat yang dapat dideteksi oleh manusia.

Aku memasukkan kembali potion dan tas kulit penuh ekor kembali ransel.

Karena aku menempatkan ujung terputus di bagian bawah, ujung ekor keluar dari ransel.
Bulunya menyentuh bagian belakang kepala ku.
Rasanya mengejutkan sangat nyaman untuk disentuh.
Tidak tampak seperti itu akan menghambat pertempuranku, juga.

"Tadi itu luar bias. kau mengalahkan sejumlah garugaru karnivora dalam sekejap. "
"!?"

Sebuah suara memanggil ku dari hutan, aku langsung menunjuk AK-47ku kesana.

"Tu, tunggu dulu! Mohon tunggu! Kami adalah adventurer! "

Seorang pria mengangkat kedua tangannya, menunjukkan kepadaku bahwa dia tidak bersenjata.
Selain itu, di belakang orang itu, dua orang ---seorang pria dan seorang wanita keluar.

Mereka tampaknya bukan musuh.
Pria yang berdiri di belakang memiliki ekspresi kecewa, tapi itu hanya mungkin bagaimana wajahnya awalnya terlihat.

"Maaf, maaf sudah mengejutkanmu. Kami menyembunyikan diri kami dan datang mendekat karena kami mendengar garugaru melolong. Kami tidak bermaksud untuk mengejutkanmu. "

Pria populer tampak berambut pirang bertelinga kucing yang berbicara pertama kalinya dengan ringan mengatakan permintaan maafnya.

Sangat mudah untuk melihat dari telinga kucing bahwa dia dari ras beastman.
Dua pedang pendek yang melekat di pinggangnya.

"Nah, aku juga minta maaf. Aku secara tidak sengaja mengarahkan assault rifle— perangkat sihirku. "

"Kau seorang petualang, kan? Aku belum pernah melihat wajah mu, apakah kamu seorang pemula? "

"Ya, ya. Aku baru mendaftar hari ini. "

Wanita yang berdiri di belakang mengintip wajahku dengan penuh minat.

Rambut  peraknya dipotong pendek, dadanya ditutupi dengan baju kulit tapi pusarnya itu dibiarkan terbuka. Dia memiliki kulit coklat. Dia mengenakan celana panjang bertingkat rendah.

Dia memegang busur, dan membawa panah di punggungnya.
Mata emasnya memiliki pupil vertikal. Dia tampak seperti manusia, tetapi tampaknya dia dari ras demon.

"Uwaa! Benar-benar, pemula!? Namun kau membunuh garugaru ini dengan mudah. kami bertemu dengan seorang pria yang dengan mudah melampaui kami lagi. Dan dia masih anak-anak, juga. Benar-benar kejutan besar, Akent! "

"Menjadi seorang petualang tidak ada hubungannya dengan usia."

"Ahahaha, itu memang benar!"

Pria yang berdiri di belakang menolak kata-kata beastman pirang.

Pria yang disebut Akent memiliki rambut pendek, tubuh berotot, dan juga tinggi 180cm.
Potongan luka yang terpahat di wajahnya merupakan bukti bisu pengalamannya.
Senjatanya adalah longsword kasar yang ia bawa di punggungnya.
Dari penampilan, dia tampaknya manusia seperti ku.

Dia berbalik dan kembali ke arah hutan lagi.

"Oy! Kemana kamu pergi!"

"...... Kembali ke pekerjaan."

"Maafkan aku, Akent tidak baik dengan orang-orang. Ini bukan berarti bahwa dia marah pada kamu atau apa pun. Nah, maaf mengganggumu. Semoga berhasil pada quets mu. "

"Tidak, aku tidak keberatan. Kalian melakukan yang terbaik juga. "

"Tunggu, kalian berdua jangan tinggalkan aku di belakang!"

Telinga kucing pergi setelah Akent, oneesan berkulit coklat meneruskan dengan mengedipkan mata dan pergi setelah mereka.
Aku menundukkan kepalaku  seperti petualang pemula kepada senpai.

Tampaknya sudah biasa beberapa orang akan menangani single quest seperti mereka.
Karena aku akan segera pergi ke kota dekat sekolah sihir di mana snow berada, dan aku akan segera dapat melakukan quest bersama-sama dengan dia.
Meskipun itu hanya ketika dia tidak sibuk.

"Tapi dalam kasusnya, jika aku memanggilnya keluar dia akan melewatkan kelas dan pergi dengan ku bagaimanapun juga ......"

Selain itu, aku khawatir bahwa dia akan mudah ditipu oleh orang lain saat transformasi anak tololnya berlanjut.
Dunia ini adalah tempat yang berbahaya, sehingga tidak akan menjadi baik kecuali aku mengatakan padanya untuk berhati-hati.

"Yah, sudahlah tentang hal-hal di masa lalu. Apapun yang terjadi, aku akan mengumpulkan pengalaman selama aku berada di sini "

Meskipun sesuatu yang tidak terduga terjadi, quest pertamaku berjalan tanpa masalah sama sekali.
Jika monster pada tingkat ini, aku bisa mengalahkan mereka dengan mudah.

"Yah, maka aku harus terus membasmi monster sebelum matahari terbenam."

Menempatkan AK-47 kembali, aku sekali lagi terus berjalan.

           

Setelah itu, aku terus berjalan di sepanjang hutan.
Aku memiliki keberuntungan, dan menghadapi 4-5 kelompok garugaru satu demi satu.
Tentu saja, aku menghabisi mereka sampai saat terakhir dan memusnahkan mereka.
Setelah aku punya 30 ekor, aku kembali menuju kota.

Aku tiba kembali di kota sebelum matahari benar-benar telah tenggelam.
Bermandikan matahari sore, aku mampir di sebuah TEmpat penukaran Adventurers Guild di gerbang barat.

Daerah di sekitar pusat pertukaran penuh sesak di sore hari, rasanya seperti pasar.
Sejumlah besar sisik dimasukkan ke dalam kotak kayu, jamur berwarna pelangi, tanduk besar yang terlihat seperti baja dan sebagainya, itu berbaris dalam jumlah besar.
Bagian moster yang dipertukarkan dapat berubah menjadi barang-barang bagus. Untuk alasan itu bahkan pedagang berkumpul, penuh dengan energi.

Karena aku kecil, aku bisa sampai ke meja konter tanpa masalah.

Aku memanggil lelaki tua di meja konter.

"Maaf, aku ingin ekor garugaru dinilai. Jumlahnya 31 ekor. "

"Hou !? 31 ekor itu? Semua sendiri? "

"Ya, aku beruntung dan bertemu beberapa kelompok satu demi satu."

Aku menyerahkan tas kulit yang membawa ekor garugaru ke pria setengah baya yang mengurus meja konter.

Pria itu melanjutkan,

"Tolong tunjukkan tag petualang mu"

"Mengapa?"

"Aku harus sementara mencatat informasi transaksimu pada tag. Jika kau mengkonfirmasi bahwa informasi di Adventurers guild, itu akan digunakan untuk meningkatkan level. "

Aku mengerti, aku mengerti.
Aku mengucapkan terima kasih dan mengambil tag  yang tergantung di leherku.

Pria itu mengeluarkan ekor dari tas dan dihitung.
Dia menegaskan jumlah dua kali, dan menempatkan 31 ekor × 1 perak koin = 3 koin emas + 1 koin perak.
Kemudian, ia mencatat informasi pada tag dengan pena bulu sihir.
Kemudian aku konfirmasi jumlah uang dan memasukkannya ke dalam dompet kulit ku, kemudian menerima kembali tag ku.

"Omong-omong, akan menjadi jenis barang apa ekor-ekor ini?"

"Ekor Garugaru yang fleksibel dan kuat, jika aku harus menjelaskan, ada banyak hal yang dapat dilakukan. Selain itu, dapat menjadi lap debu kelas tinggi. ekor panjang  ini, kelembutan bulu, ukurannya, apakah itu baik-baik saja, kan? "

Sekarang setelah kamu mengatakan itu, tentu dapat digunakan sebagai lap debu.
Meskipun aku tidak berpikir orang-orang biasa akan mendapatkannya, karena dia bilang itu barang kelas tinggi dan karena itu mahal.

Aku meninggalkan pusat penukaran Adventurers Guild dan kembali ke penginapan, aku sementara menempatkan semua barang-barang ku dan makan di bar sebelah.
Kemudian, aku segera menyelinap ke tempat tidur.

Aku lelah setelah quest pertamaku.
Aku bisa membuat laporan ku di Adventurers Guild besok, Benar.

Aku memejamkan mata, dan langsung tertidur nyenyak.

---------------------------------------



---------------------------------------


Share Tweet Share

Comment Now

0 komentar

Please wait....
Disqus comment box is being loaded