PENGUMUMAN

Setiap konten, merek dagang, atau bahan lain yang mungkin ditemukan di OTAKU-AKUT adalah bukan properti dari kami OTAKU-AKUT tetapi hak cipta dari pemiliknya masing-masing.OTAKU-AKUT tidak melakukan klaim kepemilikan atau tanggung jawab untuk kontent tersebut, dan anda harus mencari persetujuan hukum untuk setiap penggunaan bahan tersebut dari pemiliknya.
------------------------------------------------------------------
NGOMONG-NGOMONG ALAMAT BARU KAMI ADALAH OTAKUAKUT.COM

Because There Were 100 Goddesses in Charge of Reincarnation, I Received 100 Cheat Skills Chapter 10 – Last Boss (Lemah)

Font Size :
Dark Mode
Reset Mode

Chapter 10 – Last Boss (Lemah)
==============================
Kami berhanti di ujung tangga yang mengarah ke lantai 100.

        [ akhitnya tiba, bukan?]
       
[ yah]

Lanti berikutnya adallah lantai terahir. Tensinya naik baik aku suka atau tidak.

        [….. itu , maafkan aku. Ketegangan ku naik tiba tiba..]

Tiba tiba , tira meminta maaf.


        [ itu baik-baik saja. Tira yang seperti itu juga manis]

        [ ……. Mou, tolong hentikan itu. Tolong jangan menggodaku seperti itu]


Meskipun, Aku mengatakan yang sebenarnya.

        [ lalu , kamu suka atau tidak ,ini lantai paling atas. Ayo maju.]

Aku menyemangati diriku.

        [ ah, sebelum itu, tolong turunkan aku]

        [ ayo kita lakukan yang terbaik tira]

Mendengar suara dari rekan terpercayaku, semangat bertarungku lebih naik.

        [ tolong turunkan aku ]
       
        [ nah lalu,  pertarungan terahir!]

Menaikkan semang…… ei,ei, oh-

        [ kau bisa mendengarku dengan baik bukan? Tolong turunkan aku!bertarung melaman last boss sambil di gendong, bukankah itu memalukan!]

Jeritan tira menggema.
Dia masih di gendong olehku.

        [ ini baik-baik saja tidak ada seorangpun yang melihat]

        [ martabatku tidak setuju dengan mu]

        [ maafkan aku, tapi aku udah ngak bisa hidup tampa tira yang menempel di belakangku]

        [ tolong jangan katakana hal yang memalukan itu?!]

        [[ master, ini menjijikkan ketika anda mengatakannya secara langsung]]

Naviko-san menyemburkan racun seperti  biasa.

[ Juga, desahan Tira menggelitik bagian belakang leherku, haa, haa 

[ pada akhirnya, bukankah kau hanya orang mesum? Tte, jangan halangi bokongku dengan tanganmu ketika aku mencoba untuk turun!!]

 [ tira-tan yang menjadi bersemangat ketika bokongnya di elus, haa, haa]

[ aku tidak gembira]

Ouch, hey, jangan tarik rambutku, aku akan botak!

[ aku akan merobeknya sampai kau botak, tau?]

[ sebelum itu terjadi, majuuuu!!]

[ hiya ]

Aku berlari menaiki tangga.
Mengabaikan strategi kehinlangan rambut tira. Kami akhirnya mencapai lantai seratus.
Space yang luas terbentang di sana.
Di tengah-tengahnya, moster raksasa, sekitar 5-6 metel tingginya,
============================

Red Dragon (Boss)
Race: Red Dragon
Level: 60
Skills:Breath of Fire〉〈Roar

============================

[ red dragon!! Itu las boss dungeon ini kan……… ini buruk, nafas apinya akan datang ke kita!!  Panas dari api red dragon tidak akan meninggalkan bahkan tulang jika kita terkena serangannya!!! Tolong, cepat kabur….]

[yosh, terobosssss!!!!! ]

[ apa kau dengar apa yang aku katakan!?]

Segera, leher Red Dragon membengkak, dan itu meludah api merah padam dan membakar dari mulutnya.
Aku  langsung menendang tanah dengan seluruh kemampuan ku.
Gua-gua di lantai batu dan serpihan batu tersebar.
Goooo, segera setelah itu, nyala api yang hebat berkobar  di kakiku. Aku hampir tidak bisa menghindar. Tira menjerit Kya ~ di sampingku.
Aku  melompat dengan momentum di atas red dragon.

        [Ooooooooooooooh!!!]

Aku mengakat pedang di atas kepalaku dan mengayunkanya kea rah naga dengan sekuat tenaga.
Pakinnnnn!

        [ tte, pedangnya patah?]

        [ sisik red dragon itu lebih keras jari baja!! Kuruna-san, pedang cadangan…… kau tidak punya kan………. Ku……….. seperti yang di harapkandari kuruna-san si tangan kosong…… mari mundur secara bertahap….]

        [ yosh, lalu mari kita tinju]

        [karena itu, Apa kau mendengar apa yang aku katakan?]

Sejak pedang tidak berguna sekarang, aku memukulnya dengan tinjuku.
Zugoon!!!
 Sebuah pukulan sangat keras bergema, dan tubuh besar red dragon lansung tumbang.
Darah menyembur keluar dari penyok besar dalam skala yang sebagian hancur.

        [ kau sudah memukul sisik red dragon dengan tinju----------------!?]

Tira menjeritkan teriakkan kaget.

        [ka,kau bukan seorang swordman!?]

        [ ada saatnya ketika seorang pendekar pedang harus berbicara dengan tinjunya, setelah semuanya!!]

        [ aku tidak mengerti sedikitpun!!!]

        [ tidak ada logika, kamu rasakan ini dengan hati. Itu tidak masalah, ketika kita menikah untuk beberapa tahun, perasaan itu akan secara lengkap terhubung kepada mu]

        [ kita baru bertemu beberapa saat yang lalu,bukan?]

Maa , ini bukan pedang yang buruk, tapi sejujurnya, tinjuku kemampuan offensive yang lebih tinggi.

        [ 5473 damage. Hp nya masih belum habis. Hati hati.]

        [Oaaaaaaaaaaaaa!!!]

        [ tidak kalah dengan satu pukulan. Sunggu sulit]

Red dragon melopat kearahku dengan tatapan kemarahan.
Tapi, tira mengatifkan advanced magic saat itu.
Red dragon dipukul oleh petir.

        [ Gaaaaaa]

Seluruh tubuhnya terbakar dan red dragon meraung.

        [873 damege]

Sisik Red dragon tampanya punya ketahanan yang tinggi terhadap sihir, tapi petir yang membentur tubuhnya melalaui sisik yang aku hancurkan.

        Advanced magic, jadi kamu bisa menggunakannya

         [ ya, ini mengabil beberapa saat unutk melafaskan mantranya, tapi untuk berjaga-jaga. Ketika kuruna-san menghancurkan pedang, aku pikir kita tidak akan bisa mengalahkannya tampa advance magic, jadi aku mulai melanturkan mantranya]

        [ kamu memukul kepalaku dengan baik dan tsukkoming sambil membaca mantra]

Cukup aneh.
Naga Merah nampaknya dikalahkan karena berubah menjadi abu.

[ fufu. Aku senang aku bisa sedikit berguna]

[ dari pada itu, kamu mengabil bagian terbaiknya]

Atau bagaimana aku seharusnya menempatkannya,ini tak diharapkan lemah.
Itu sebagai last boss? Itu tidak cukup.

        [ sekarang. Haruskan kita mencari research material yang di tinggalkan orang itu?]

Ini adallah waktunya.
Tira tiba tiba memeluk punggung ku.

        […. Akku mengrti. Tira akhirnya menerima ku------]

        [ I-Itu salah. Dari pada itu, di- disabelah sana……..]

Tira menunjuk dengan suara gemetar.
Seorang pria tua sedang berdiri di sana.
Tapi, dia mengambang di udara.au pikir ini adallah sihir, tapi pria tua itu tidak punya kaki. Tidak, jauh dari itu, tubuhnya tebus pandang.
Tidak mungkin, dia hantu?  

        [ ya, dia adallah moster yang di ciptakan oleh dendam kematian, hantu]

Naviko-san memberitahu ku.

        [ siapa kau?]

Menjawap pertanyaanku, hantu itu membuka mulutnya.

        [-------- aku owen ja ]

Sang pencipta dungeon ini sudah tiba, kurasa?


Share Tweet Share

Comment Now

0 komentar

Please wait....
Disqus comment box is being loaded