PENGUMUMAN

Setiap konten, merek dagang, atau bahan lain yang mungkin ditemukan di OTAKU-AKUT adalah bukan properti dari kami OTAKU-AKUT tetapi hak cipta dari pemiliknya masing-masing.OTAKU-AKUT tidak melakukan klaim kepemilikan atau tanggung jawab untuk kontent tersebut, dan anda harus mencari persetujuan hukum untuk setiap penggunaan bahan tersebut dari pemiliknya.

Gun-ota ga Mahou Sekai ni Tensei Shitara, Gendai Heiki de Guntai Harem o Tsukucchaimashita!? Chapter 25 - Day 2: Mille Crêpe

Font Size :
Dark Mode
Reset Mode



Chapter 25 - Hari 2: Mille Crêpe
---------------------------------------------------------------
PENERJEMAH: VOID SAFIRMA
EDITOR: AYUB D’OUTSIDER
SUMBER: RE: TRASLATION


Hari kedua, pagi.

Aku pergi bersama  dengan head maid Mercè-san untuk membangunkan Ojou-sama.

Mercè-san mengetuk seperti kemarin, lalu membuka pintu tanpa menunggu jawaban.



"Ojou-sama, permisi."

"Permisi."



Pagi Ini Ojou-sama tampaknya sudah bangun, duduk melamun di tempat tidur king-size.

Memakai piyama yang terbuat dari sutra, rambut pirangnya yang sedikit bergelombang tersebar di seprai putih.

Karena dia masih mengantuk, ia memiliki pandangan kosong di wajahnya, namun keimutannya hampir seperti seorang putri dari dongeng.

"Selamat pagi Ojou-sama."

"Selamat pagi."

Saat Mercè-san dan aku menyapanya, Ojou-sama cepat-cepat menundukkan kepalanya.

Dia tidak lari dan bersembunyi lagi bahkan ketika ada aku, anak laki-laki, di sini.

Sebaliknya, ia mengerakkan jari-jarinya di papan Mininya.



"Aku akan menantikan  pesta teh dan pesta malam hari ini ", adalah apa yang dia sampaikan kepada kami.

"Aku akan melakukan semua yang aku bisa dan membuat kudapan untuk Ojou-sama."



Dia tersenyum malu-malu saat aku menjawab.

berbahaya, dia sangat manis!

Jika aku memiliki seorang putri seperti Ojou-sama dalam hidupku sebelumnya, aku akan sangat memanjakannya.

Dengan pikiran  itu di pikiran ku, aku pergi keluar ruangan sejenak untuk sarapan.


           


Hari ini Aku dan Mercè-san terlambat sarapan lagi .

Setelah sarapan selesai, aku  langsung mulai membuat kudapan untuk pesta teh sore.

Kue yang akan diberikan kepada Ojou-sama sudah ditangani oleh koki eksklusif.

Aku  mulai bekerja untuk membuat sesuatu yang lain dari puding yang aku buat kemarin.

Kue yang aku putuskan untuk ku buat hari ini adalah Crêpe - sebuah Mille Crêpe.
ini dibuat dengan mengoleskan krim dan Custard di antara adonan crepe dan menumpukanya.
< Crêpe adalah panekuk tipis yang terbuat dari gandum dan merupakan makanan yang sangat digemari di seluruh Eropa dan tempat lainnya. Bahan utamanya adalah terigu, telur, susu, mentega, dan garam.>

Crêpes pertama kali dibuat di Perancis, tetapi asal dari [Mille Crêpe] adalah Jepang.

Pertama, aku membuat adonan crepe, dan dimasak dalam wajan dangkal sambil menyesuaikan api di atas kompor.

Setelah aku telah membuat crêpes sampai tidak ada lagi adonan yang tersisa, aku meninggalkan mereka untuk didinginkan.

Sementara itu terjadi, aku membuat custard cream.

Custard cream dibuat dari kuning telur, gula, tepung, dan susu.

Aku mencampurkan kuning telur, gula, dan tepung, dan mengaduk mereka sambil menambahkan susu. Lalu aku meletakkannya di api kecil sampai menjadi kental.

Setelah custard selesai, aku memotong buah untuk dimasukkan ke dalam kue. Hari ini aku akan menggunakan buah yang mirip dengan stroberi yang disebut rawberry.

Itu terasa seperti stroberi ketika aku mencoba memakannya.

Aku memotong rawberry sampai menjadi irisan tipis.

Setelah semua persiapan selesai, semua yang tersisa untuk dilakukan adalah untuk melapisi crêpes di atas custard dan menempatkan irisan rawberry di atas.

Ulangi sebanyak 20 kali, dan [Rawberry Mille Crêpe] selesai.

Tapi pada akhirnya, aku masih amatir, jadi aku harus menunjukkan kepada koki kepala Vlad House sesudahnya.

Koki Kepala, Malcolm dari Ras Demon, Lizard Clan, memotong [Rawberry Mille Crêpe] dalam bentuk persegi panjang.

Pada akhirnya, ia menaruh sedikit dari custard sisa di atas, dan meletakkan rawberry yang telah dipotong di atasnya.

Seperti ini, menjadi rapi, sehingga aku berpikir bahwa itu bisa ditampilkan di etalase. Seperti yang diharapkan dari kepala koki.

Ojou-sama pasti akan senang dengan hal ini.


           


"Ini adalah kue yang saya buat, [Rawberry Mille Crêpe]."

Ini adalah pesta teh sore.

Aku membawa [Rawberry Mille Crêpe] ke kamarnya.

Teh beraroma sudah diatur di atas meja dengan taplak meja di atasnya.

Ada kue lain selain [Mille Crêpe] ku diletakkan di atas meja. Tapi mata Ojou-sama seluruhnya tertuju pada [Rawberry Mille Crêpe].

"Ini terlihat begitu lezat."

Ojou-sama menunjukkan papan Mini padaku, yang berdiri di ambang pintu.

Aku dengan ringan membungkuk pada kata-katanya.

Sementara aku berdiri di ambang pintu, Mercè-san sedang membantu Ojou-sama.

Ojou-sama segera memberitahu Mercè-san dia ingin makan [Rawberry Mille Crêpe]

Kepala koki Malcolm-san sudah memotong kue, jadi yang harus Mercè-san lakukan hanyalah meletakkannya di atas piring.

Ojou-sama mengulurkan sendok kayu menuju [Rawberry Mille Crêpe] di depan matanya.

"♪♪♪"

Ojou-sama dengan bahagia meletkkan wajahnya di satu tangan saat ia mengambil suapan pertama.

suapan kedua, ketiga-- setelah aku perhatikan, dia sudah makan sepiring penuh kue.

Kemudian Ojou-sama meminta untuk membantu mengambil [Rawberry Mille Crêpe] yang kedua.

Selama sarapan dan makan malam dia makan cukup banyak makanan, tetapi tampaknya dia memiliki perut yang terpisah untuk kudapan.

Seperti yang diharapkan dari Ras Demon dengan gigi manis.

Dia minum teh beraroma membasuh rasa manis yang tersisa, dan menulis di papan Mininya.



"Puding kemarin benar-benar lezat, tapi kue hari ini juga benar-benar lezat. Dapatkah kau membuatkanku lagi ? "

"Tentu saja. Saya akan melakukan yang terbaik dan membuat kudapan lainnya untuk Ojou-sama. "

"Aku benar-benar menantikannya."



Ojou-sama telah mengambil sikap yang lebih ramah dibandingkan dengan kemarin. Namun-

"Baiklah, saya akan menyingkirkan piring kosong yang ada."

"-Hai!"

Aku mendekati Ojou-sama untuk mengambil piring.

Saat aku melakukan itu, tubuhnya menegang. Sepetinya dia masih takut pada lawan jenis. Dia masih belum sepenuhnya membuka hatinya.

Aku telah menutup beberapa jarak dengan "Grand Snack Operation", tapi dia masih belum sepenuhnya membuka hatinya.

(Bahkan jika aku terus membuat kudapan seperti ini, aku tidak bisa membuat dia menerima ku  ya ......)

Aku mulai memikirkan rencana lain untuk menggantikan " Grand Snack Operation " sembari merapikan piring.

           

"Nah, apa yang harus aku lakukan sekarang?"

"Tentu saja, itu mengganggu ......"

Setelah pesta teh sore, Mercè-san dan aku menyapu kediaman bersama-sama.

Di koridor ada baju besi logam kosong memegang battle axe dengan pisau yang patah, dan vas besar yang dapat dengan mudah memuat dua anak di dalamnya.

Ada juga lukisan dan boneka binatang sebagai dekorasi.

Mercè-san dan aku telah mengadakan pertemuan strategi kami saat membersihkan masing-masing dari mereka.

Sekali lagi aku mengandalkan Mercè-san yang telah datang dengan ‘snacks operation’.

"Mercè-san, apakah kamu punya ide bagus selain ‘snacks operation’?"

"Tentu. Bagaimana memberikan Ojou-sama semacam hadiah setelah ini? "

"Aku mengerti. Maksudmu mendekatinya dengan memberikan hadiah. Aku ingin tahu apa yang ingin  Ojou-sama terima. "

"Bagaimana tentang hal-hal yang gadis-gadis suka seperti-- karangan bunga, atau perhiasan?

"......Tapi aku tidak punya uang."

Jika aku  punya uang untuk memberikan perhiasannya, aku tidak akan menjadi budak.

Penampilan Mercè-san menjadi jauh ketika aku menunjukkan itu.

"...... Lute, ini hanya sebentar, tapi senang bekerja denganmu."

"Lelucon itu lagi. Aku tidak akan tertipu lagi. "

"............"

"Mengapa kamu diam saja!? Apakah kamu serius sekarang ?! Jangan berpaling!"

"...... Jika kamu tidak bisa memberikan perhiasan atau karangan bunga, aku bertanya-tanya apakah Ojou-sama akan senang jika kamu menunjukkan beberapa keahlian khusus. Apakah kamu memiliki keahlian khusus yang  dapat kamu tunjukkan padanya? "

"Keterampilan huh ..... Aku bisa melakukan ini dengan jempolku seperti ini."

"!?"

Aku meletakkan ibu jari kiriku dan ibu jari kanan bersama-sama dan meluncur pergi, itu adalah lelucon yang di kenal setiap orang Jepang.

Aku pernah mendengar bahwa beberapa orang asing terkejut jika kau menunjukkan ini kepada mereka.

Tapi ketika aku ringan menunjukkan kepada Mercè-san dia melangkah mundur dan terjatuh.

Dia terlihat sangat ketakutan.

"Kamu tampak terkejut Mercè-san! Lihat, aku hanya menaruh jempol kiri dan kanan aku bersama-sama dan meluncur mereka pergi seperti ini. "

"...... Aku tahu itu dari awal, kau tahu. Hanya saja itu terlalu berlebihan. Aku hanya sempat kaget karena Lute melakukan sesuatu yang aneh secara tiba-tiba. "

Ah, ia menggigit lidahnya.

Mercè-san kembali berdiri dengan wajah tidak peduli dan menyeka debu yang menempel pada pakaian maidnya.

Bahaya. Dia jauh lebih lucu dari kelihatannya.

"Oi."

Sementara kami sedang dalam percakapan, kepala penjaga Gigi-san memanggil kami keluar.

"Gigi-san, kerja bagus."

"……kerja bagus."

Mercè-san dan aku menyapanya satu demi satu.

Gigi-san menyambut kami kembali dengan membungkukkan sedikit kepalanya.

"Apakah Kamumemiliki beberapaurusan dengan kami?"

"Bagaimana kabarmu dengan Ojou-sama? Kamu dapat tinggal di Vlad House? "

Gigi-san menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan.

Sepertinya ia khawatir sehingga ia datang dan melihat.

Karena Gigi-san adalah sekutu yang menginginkan aku untuk tetap tinggal, aku terus terang mengatakan kepadanya situasiku.

Hal ini juga karena dia mungkin datang dengan ide yang bagus.

"-Aku Mengerti, Kamu semakin dekat dengannya dengan beberapa kudapan, ya."

"Benar. Tapi itu akan sulit setelah itu. Gigi-san, apakah Kau punya ide? "

"Gunakan ini."

Gigi-san memberiku benda di tangannya.

Itu sebuah buku.

"Bisakah Kau membaca Bahasa Iblis?"

"Ya, aku akan baik-baik saja."

Bahkan sekarang Aku berbicara dalam Bahasa Iblis.

Membaca juga tidak masalah, kecuali buku itu terlalu sulit.

Secara pribadi, aku lebih suka membaca daripada bicara.

Buku ini terlihat seperti sebuah buku bergambar untuk membaca dengan suara keras untuk anak-anak.

Buku itu bercerita tentang seorang putri yang diculik oleh Demon Lord dari Demon Continent, dan pahlawan dari Demon Race meminjam kekuatan pahlawan lain dan datang untuk menyelamatkannya, itu adalah kisah petualangan penuh aksi dan cinta.

Sepertinya ini adalah salah satu buku yang di sukai Ojou-sama.

"Ojou-sama suka buku, ia biasanya mengurung dirinya sendiri di dalam perpustakaan sekolah. Lute dapat menggunakannya untuk lebih dekat dengannya. "

"Terima kasih banyak, Gigi-san!"

Gigi-san menyelesaikan apa yang ia lakukan dan diam-diam kembali ke posnya.

Sementara melihat punggungnya, aku datang dengan sebuah rencana. Jika aku berhasil aku mungkin bisa lebih dekat dengan Ojou-sama.

Aku mengatakan rencana yang aku pikirkan pada Mercè-san dan,

"Ini tentu bisa menjadi rencana yang baik. Jika Kamu melakukannya dengan baik, Ojou-sama mungkin akan dapat melihat poin baik pada Lute. "

Dia setuju.

Karena itu aku tiba-tiba menjadi bersemangat.

Dalam persiapan untuk pesta malam-- malam ini, aku memanggil pengetahuanku dalam kehidupanku sebelumnya sambil menyapu.

           

Malam hari di pesta malam ke 2.

Kemarin adalah puding.

Karena ada beberapa krim custard yang tersisa, hari ini aku mengoleskannya pada roti putih dan menempatkan buah di antaranya.

Sandwich buah yang sempurna.

Tentu saja aku membuatnya berukuran kecil untuk pesta malam.

Ojou-sama berpikir bahwa ada sayuran dan daging antara irisan roti jadi dia sedikit enggan terhadap sandwich buah pada awalnya.

Apakah custard cream dan roti cocok bersama-sama?

Namun, dia ingat bagaimana lezatnya puding dan mille crêpes sehingga dia percaya padaku dan mencobanya.

" "

Ojou-sama segera tersenyum lebar.

Dia gembira meraih sandwich buah dengan kedua tangan dan memakannya seperti tupai.

Penampilannya sangat indah.

"............"

(glup)

Aku membuat kontak mata dengan Mercè-san.

Aku mengangguk dan berbicara kepada Ojou-sama.

"Ojou-sama, ada satu hal yang ingin aku tanyakan, apakah itu akan baik-baik saja?"

"?"

Ojou-sama memiringkan kepalanya, masih memegang sandwich buah, dan mengangguk.

Dia memberi tanda OK.

Aku perlahan memotongnya

"Sebenarnya, saya bertemu dengan kepala penjaga Gigi-san saat menyapu hari ini dan saya mendengar bahwa Ojou-sama suka membaca buku gambar. Jika anda tidak keberatan, saya ingin menceritakan sebuah kisah yang terkenal di negara saya. Apakah anda ingin mendengarnya? "

Ojou-sama mengangguk, tersenyum dengan seluruh wajahnya.

Di dalam hatiku, aku membuat pose kemenangan.

Aku berdeham dan segera menceritakan kisah yang aku ingat dari kehidupanku sebelumnya.

Sepertinya yang terbaik adalah menceritakan kisah yang dia sukai, seperti "Cinderella" "Snow White" atau "Romeo dan Juliet".

Aku perlahan-lahan mulai menceritakan kisah "Cinderella" saat nona muda menghirup tehnya yang harum.

"Baiklah kalau begitu…. Pada Jaman dahulu di suatu tempat, ada seorang gadis muda bernama Cinderella- "

Ketika aku selesai menceritakannya  kisah "Cinderella" pada Ojou-sama, dia bertepuk tangan, matanya cerah.

Sepertinya dia mengerti itu baik-baik saja.

Itu adalah dongeng yang di tulis seorang penulis, bukan aku, yang membuatnya menyenangkan, tapi aku masih senang bahwa dia menyukainya. Ini seperti perasaan membaca buku bergambar dengan keras untuk anak.

Aku melanjutkannya, dan menceritakan kisah-kisah dari "Snow White" dan "Romeo dan Juliet".

Ketika aku mengatakan kepadanya "Romeo dan Juliet", air mata menggenang di mata Ojou-sama yang bermandikan cahaya lampu ajaib.

'Apakah aku gagal !?', aku panik, tetapi tampaknya ia tergerak oleh ceritanya dan terharu.

Dia menyeka matanya menggunakan saputangan yang Mercè-san serahkan.

Aku memandang mereka dan diam-diam mengelus dadaku.

"Baiklah, itu menjadi penutup jadi kami harus mengakirinya di sini malam ini. Jika itu baik-baik saja dengan Ojou-sama, apakah anda menginginkan saya untuk menceritakan kisah lain di pesta malam besok? "

"Tidak bisakah kamu menceritakan satu lagi cerita?"

Ojou-sama menulis di papan tulis Mininya, berdiri dari tempat duduknya dan menekannya tepat di sampingku. Mercè-san dan aku saling memandangi dengan heran meskipun berada di depan Ojou-sama karena tindakannya.

"Tidak bisakah Kamu?"

Ojou-sama berfikir aku akan berkata tidak dan wajahnya menjadi suram.

Aku buru-buru membantah.

"Tidak, tidak ada masalah. Baiklah, saya akan menceritakan pada Ojou-sama satu cerita terakhir. "

Saat  aku mengatakan itu ekspresi Ojou-sama benar-benar berubah dan menjadi cerah.

Kemudian dia, kembali ke tempat duduknya, membungkus tubuhnya dengan selimut dan berguling di atas tempat tidur.

Lalu ia mendesakku untuk datang di samping tempat tidur.

Aku kemudian membawa kursi dan duduk di samping tempat tidur seperti yang diperintahkan.

Ojou-sama menatapku dengan ekspresi yang cocok dengan istilah "bersemangat".

(Cerita yang Ojou-sama ingin seperti "Cinderella" "Snow White" dan "Romeo dan Juliet" ya ......)

Biasanya aku akan secara bertahap kehabisan bahan cerita, tetapi dalam kehidupan lamaku tidak hanya itu, tetapi juga ada anime, light novel, dan manga.

Aku masih memiliki banyak bahan cerita untuk digunakan.

Aku melipat lengan dan merenungkan sedikit.

Aku memikirkan tentang cerita yang Ojou-sama inginkan dan berbalik ke arahnya.

"Baiklah, saya akhirnya akan menceritakan kisah terbaik yang saya simpan untuk penutup."

"Aku tak sabar untuk itu."

Ojou-sama terampil menulis di papan tulis mini sambil berbaring.

Aku berdeham, dan setelah memperkenalkan salah satu cerita paling terkenal di negaraku, aku mengatakan judul.


"Kemudian cerita terakhir untuk malam ini adalah-- 'Laputa:. Castle in the Sky"




Share Tweet Share

Comment Now

0 komentar

Please wait....
Disqus comment box is being loaded