PENGUMUMAN

Setiap konten, merek dagang, atau bahan lain yang mungkin ditemukan di OTAKU-AKUT adalah bukan properti dari kami OTAKU-AKUT tetapi hak cipta dari pemiliknya masing-masing.OTAKU-AKUT tidak melakukan klaim kepemilikan atau tanggung jawab untuk kontent tersebut, dan anda harus mencari persetujuan hukum untuk setiap penggunaan bahan tersebut dari pemiliknya.

Gun-Ota ga Mahou Sekai ni Tensei shitara, Gendai Heiki de Guntai Harem wo Tsukucchaimashita!? CHAPTER 034 - Perang

Font Size :
Dark Mode
Reset Mode

Bab 034 - Perang


Bertindak sebagai pendamping untuk ojou-sama, kami melihat Karen dan teman-temannya yang lain pergi.

Lalu kami menemani ojou-sama kembali ke kamarnya.

Head maid Mercè-san menyeduh beberapa teh wangi untuk menenangkan suasana hati ojou-sama.

Duduk di samping tempat tidur, ojou-sama membuat wajah cemas.

[Aku ingin tahu apakah ayah dan yang lainnya baik-baik saja ......]



"aku yakin mereka baik-baik saja. Tidak peduli siapa musuhnya, kita punya master yang merupakan penyihir A-rank, kan? Dia tidak akan kalah dengan siapa pun. "

Aku  meminta Mercè-san, yang kembali setelah selesai menyeduh teh wangi, menggantikan ku menemani ojou-sama.


"Saya perlu meninggalkan post ku untuk sementara waktu, jadi tolong jaga ojou-sama."

"…… Baiklah. Jangan lakukan sesuatu yang gegabah. "


"?"

Mercè-san menebak niatku, dan segera memberi persetujuannya.

Tapi ojou-sama kembali cemas dan mencengkeram ujung bajuku dengan tangannya yang kecil.


[Lute-oniichan, kemana kau akan pergi?]


"Jangan khawatir, aku melupakan sesuatu di kamar ku, aku hanya kembali kesana untuk mengambilnya."


[be-begitu……… kah?]


Ojou-sama juga sepertinya sudah bisa menebaknya dan melepaskan jari mungilnya, lalu membuat ekspresi suram.

Dia dengan berani tersenyum tipis saat dia mencoba menanggung sesuatu.


[Hati-hati, dan semoga berhasil.]


"Ya, aku akan pergi. Aku akan segera kembali."

Aku meninggalkan kamar ojou-sama dan buru-buru menuju ruang makan yang besar.



"Tidak mungkin. Kami tidak mungkin membawa Lute. "

Master dan yang lainnya melanjutkan persiapan di ruang makan.

Sisa  makanan dimasukkan ke dalam mangkuk keramik dan menjadi jatah lapangan instan.

Senjata dan baju besi dibawa keluar dari gudang senjata dan diperiksa apakah ada kerusakkan.

Master telah melepaskan mantelnya, dan sedang melakukan pemanasan dengan melakukan shadowboxing.

Madam sedang mengenakan peralatan yang dibawa oleh pelayan dengan cara yang praktis.

Kemungkinan besar, ini adalah senjata dan baju besi yang dia gunakan selama berburu bajak laut.

Aku berlari menuju Gigi-san yang mengarahkan persiapan pertempuran dan melaporkan bahwa aku ingin berpartisipasi dalam perang kali ini.

Karena masalah ini tempo hari - ketika saudara laki-laki baka itu, tidak hanya menghina ojou-sama tapi master dan madam, saya tidak akan puas kecuali jika aku memukul mereka setidaknya satu kali.

Tapi Gigi-san menolak.

Aku membalasnya.

"Mengapa!? Aku bisa menggunakan sedikit sihir, aku bisa berguna untuk perang! "


"Tidak. Lute adalah penjaga ojou-sama, kan? Apakah kau berniat untuk meninggalkan pos mu dan menuju medan perang. di tempat pertama kau tidak memiliki pengalaman pertempuran, bukan? Membawa seorang tentara hijau bersama hanya akan menahan kami. "

Argumen ku terputus oleh penalaran masuk akal Gigi-san.

Sisi Master hanya memiliki sedikit peserta.

Mungkin tidak lebih dari 50 orang.

Namun, setiap orang dari mereka adalah orang-orang dengan pengalaman dari perang sebelumnya atau mantan petualang yang dia kenal sejak lama.

Oleh karena itu mereka berada di tingkat di mana mereka bisa bekerja sama tanpa ada keluhan.

Jika pendatang baru yang belum berpengalaman masuk, itu bisa menjadi sumber perselisihan.

Selanjutnya, head bulter Merry-san berpihak pada Gigi-san.


"Itu benar Lute. kau penjaga dan blood bag ojou-sama. Serahkan perang ini pad kami. Jika hanya segerombolan pengaacau itu kami akan menyelesaikannya dalam sekejap mata ~ baa"


Pastinya, kami memiliki master.

Semangat pelayan lainnya juga tinggi

Beberapa pelayan yang berpartisipasi dalam pertempuran mengertak, mengenakan baju besi dan perisai di atas seragam pembantu mereka dan membawa senjata.

Bahkan kepala koki Malcolm-san tampaknya ikut serta dengan pisau dapur yang menggantung dari sekujur tubuhnya.

Dia menakutkan dengan cara yang tidak masuk akal, seperti sesuatu yang keluar dari film horor.

Namun, aku diberitahu untuk pergi.


"te-tentu saja aku tidak memiliki pengalaman bertempur, tapi aku yakin aku bisa membantu ..."


"Sudah kubilang kau tidak bisa, menyerah saja. Sebaliknya, kau harus tinggal degan ojou-sama. Lalu ... lindungi ojou-sama dengan hidupmu. Kumohon padamu. "


"Gigi-san?"

Anehnya, Gigi-san melihatku dengan tatapan buram dan nada suaranya.

Pertanyaan muncul sejenak dalam pikiranku, tapi dia mulai dengan persiapan sekali lagi.


"Gigi, siapkan obat anti-perak untuk menyembuhkan racun perak untuk berjaga-jaga. Kita masih punya beberapa stok bukan ~ baa ? "

Seperti Dracula di kehidupan ku sebelumnya, perak adalah racun bagi ras vampir.

Racun ini tidak bisa dilepas dengan penawar biasa, itu adalah musuh alami vampir.

Racun perak tidak bisa disembuhkan selain dengan menggunakan obat khusus, obat anti-perak.

Karena itu biasanya, peralatan makan dan asesoris yang terbuat dari perak tidak pernah digunakan.


"Tentu saja. Inilah tugas kepala penjaga untuk mempersiapkan diri cukup untuk menghadapinya begitu kebutuhan itu muncul. aku sudah memesan barang di dalam gerbong itu. "


"Seperti yang diharapkan dari Gigi, kau cepat dalam hal pekerjaan mu baa ~"

Jika aku masih di sini, aku akan menjadi gangguan ....

Dengan menunduk , aku meninggalkan ruang makan.

Seperti anak kecil yang meninggalkan rumah dengan kata-kata kasar dan kembali, aku kembali ke kamar ojou-sama.

Aku  mengetuk dan masuk setelah menerima tanggapan.


"Permisi. aku minta maaf karena telah tugasku. "

Melihat wajahku, ojou-sama mendesah lega.


[Selamat datang kembali, Lute-oniichan. Apakah kau sudah menemukan yang kau cari?]

Mungkin balas dendam karena membuatnya khawatir, ojou-sama memberikan pembalasan yang aneh.

Aku tersenyum ironis.


"Tidak, aku ingat bahwa aku melupakan sesuatu yang penting di sini dan kembali dengan tergesa-gesa"

Mendengar jawaban ku, wajah ojou-sama menjadi merah dan dia dengan malu-malu bersembunyi di balik papan tulis mini-nya.

Reaksi Ojou-sama sangat imut, ya.

*batuk*

Dengan batuk Merce-san, suasana merah jambu kembali normal.

Dia sedikit merilekskan ekspresinya.


"Kalau begitu, ayo kita mengharapkan kemenangan dan keamanan master dan yang lainnya dan menunggu di istana."

Kami mengangguk pada kata-kata Merce-san.

Aku juga harus berhenti menjadi egois untuk terus berjuang bersama mereka dan hanya menginginkan keamanan mereka.


-Sudut orang ketiga-

Kepala keluarga utama Vampir Clan, Pylkkänen Vlad.

Ravio Vlad.

Bekerja di bawah mereka adalah 50 B- rank penyihir milik keluarga utama keluarga Vampir.

Selain itu, ada lebih dari 950 adveture yang disewa dari guild adventure'.

Total ada sekitar 1000 orang.

Di sisi lain, keluarga Count dikepalai oleh Count Dan Gate Vlad, and Seras Gate Vlad..

Kepala Penjaga Gigi, head Butler Merry, Kepala Koki Malcolm.

Di sampingnya lebih dari 40 pelayan lainnya.

Total 50 orang.

Perbedaan dayanya adalah 20 kali.

Tapi tidak ada orang di pihak Count yang pesimis, tidak ada yang merasa muram.

Sebenarnya, mereka tidak kehilangan ketenangan.

Tempat yang harus mereka hadapi adalah dataran sekitar 2 jam dari kota tempat Lute pergi mencari hadiah.

Demon Race tidak mengganggu urusan keluarga masing-masing.

Tapi itu masalah lain jika mereka menimbulkan masalah bagi keluarga lainnya.

Oleh karena itu, masalah sopan santun ketika beberapa masalah keluarga terjadi, perhatian diambil agar tidak menimbulkan masalah bagi klan lainnya. Itu sebabnya tempat terbuka tanpa orang dipilih.


"kau berhasil datang dan tidak melarikan diri dari adikku yang bodoh! Kali ini kita akan menghentikan tindakan khianatmu melawan klan Vampir! Bersiaplah untuk diadili! "

Kakak pertama Pylkkänen, yang mengenakan baju besi mewah dan menunggang kuda putih, berteriak.

Kakak laki-laki kedua yang kurus, Ravio di sampingnya memberi anggukan berlebihan atas apa yang dia katakan dan ekspresi yang vulgar.


"Dengan 'pengkhianatan' maksud mu menggunakan uang keluarga secara tidak benar seperti terakhir kali? Memanggil biaya sekolah sihirku 'tidak tepat' ...... Omong-omong, bukankah aku sudah mengembalikannya dua kali lipat uang itu dengan dalih bantuan keluarga? "


"tu-tutup mulut! Jangan mengira kejahatan mu akan diampuni hanya dengan mengembalikan uangnya! "


"Itu seperti yang kakak katakan!"


"Sungguh, kalian masih seperti biasa. Sudah cukup, kenapa kau tidak bisa meninggalkanku sendiri? "

Count menghela nafas takjub.

Dengan melakukan itu, dia membuat mereka semakin marah.


"ka-kau selalu seperti itu sejak kembali! Meskipun kau anak ketiga, kau mendapatkan lisensi penyihir dan mencapai peringkat teratas A-rank. Kamu hanya adikku. Ketahui tempat mu, serang dia,! "

Atas perintah Pylkkänen, tentara mulai berlari.

Semua penyihir mulai meneriakkan mantra mereka.


"kakak ku tidak pernah berubah."

Count mengangkat satu tangan ke arah semua orang dan berjalan sendirian.

Seolah-olah dia mengatakan " aku akan melakukannya sendiri sehingga mundurlah."

Benjolan otot seatinggi 2,5 meter keluar dengan bertelanjang dada.

Penyihir rumah utama Vampir secara bersamaan melepaskan sihir mereka ke arah Count.

Blades of ice, spears of fire, arrows of water, whips of wind - entah karena mereka ingin menguji benda itu atau karena mereka tidak ingin menyakiti para prajurit, serangan sihir tingkat dasar menghujani Count.


"Hahahahaha! Humm, kau lebih terlatih itu sebelumnya. aku terkesan!"

Berenang di bawah hujan serangan sihir, Count terus berjalan.

Tubuhnya bahkan tidak menerima satu milimeter goresan.


"matilah!"

Tentara akhirnya mencapai Count

Salah satu dari mereka mengayunkan pedang besar ke arahnya.

Count itu bahkan tidak memperhatikannya.


"……Ha?"

Pedang besar itu mudah pecah seperti mainan saat kontak dengan Count.

Tentu saja dia baik-baik saja.


"Hahahahahaha! kau masih memiliki jalan yang panjang untuk dilalui! Langkahmu terlalu naif! Bahkan Lute ku lebih kuat dari ini! "


"Guh !?"

Pendekar pedang itu terhempas oleh jentikkan ke dahinya dan terjatuh.

Sementara itu sebuah kapak besar berayun turun, dan sebuah peluru dari senapan terbang ke kepalanya. Tombak juga masuk, menunjuk ke perutnya.

Namun, tak satu pun dari mereka bisa menimbulkan kerusakan pada Count.


"Kalau begitu, sudah waktunya aku membalas!"

Count menggulung tangan kanannya erat-erat menjadi tinju dan perlahan menariknya kembali.

Otot titaniknya membengkak lebih jauh, pembuluh darahnya muncul.


"Hmph!"


*flash*

Para adventure tertiup oleh gelombang kejut dari serangan Count seperti daun kering.

Juga, penghalang sihir yang membutuhkan 10 penyihir untuk membuatnya dengan mudah ditembus dan dihancurkan oleh gelombang kejut dari mana Count.

Jika Lute ada di sana, dia akan teringat akan bowling di kehidupan sebelumnya dan berteriak [Strike!]

"ka-kau monster!"

Pylkkänen dengan sepenuh hati mengutuk adiknya dengan pucat di wajahnya.

Adik laki-lakinya Dan Gate Vlad adalah seorang penyihir A-rank.

Dia memiliki sejumlah besar mana, sehingga bisa mengalirkannya keluar dari tubuhnya jika dia ceroboh, tapi dia sendiri tidak cukup ahli dalam sihir serangan atau sihir pendukung.

Oleh karena itu, Count dipandang rendah oleh orang-orang di sekitarnya pada awalnya.

Mutiara bersama babi, kata mereka.

Namun, Count tidak mengindahkan, menempa tubuhnya sebagai senjata untuk meninggalkan Benua Iblis, mendapatkan kemampuan, dan terus berlatih sihir dengan antusias.

Berkat itu ia mendapatkan sarana asli serangan dan pertahanan yang tidak mengandalkan serangan atau dukungan sihir.

Menggunakan kekuatan sihir yang mengalir keluar dari tubuhnya untuk pertahanan, dan mengalihkannya untuk menyerang. Dia bahkan bisa memproyeksikannya jauh seperti yang dia lakukan sekarang.

Akibatnya, Count berhasil meraih gelar A-ranking mage.

Tak satu pun dari kakak laki-lakinya Pylkkänen atau Ravio memiliki bakat untuk sihir.

Pada awalnya mereka mengolok-olok Count karena memiliki telalu banyak mana tapi tidak dapat menggunakannya, tapi ternyata adik mereka yang paling muda itu menjadi penyihir kelas A.


"Penyihir" yang mereka rindukan sejak mereka masih anak-anak.

Adik yang mereka remehkan menjadi penyihir A-rank yang hanya bisa di capai oleh segelintir jenius.

Kecemburuan, kekalahan, iri hati, rendah diri-tersinggung oleh berbagai emosi yang mereka hadapi. Membuat mereka melihat Count seolah-olah dia adalah musuh keluarga.

Jika dia adalah orang lain, mereka tidak akan membencinya sejauh itu.

Itu karena dia adalah saudara mereka yang berhubungan darah sehingga mereka menjadi sangat cemburu.

Dengan hanya satu serangan, anak-anak keluarga utama menjadi berkecil hati.

Pedang tidak bisa melukai Count dan bahkan sihir pun tidak berpengaruh.

Tanpa cara untuk melawannya, tidak dapat dipungkiri bahwa mereka tidak dapat melihat kemenangan dan moral mereka turun.

Tapi Count pun meragukan superioritasnya.

Mereka pasti sudah beradaptasi dari pertarungan sebelumnya.

Saudara-saudaranya pasti memulai perang ini dengan sebuah skema atau cara untuk mendapatkan kemenangan.

Mungkin perangkap mematikan mengarah ke arahnya, atau mungkin juga special magic or treasure-class magic device yang bahka tidak dia ketahui.

Count dengan hati-hati mengamati perkemahan Pylkkänen.

Itu menjadi bumerang baginya.

Dia terlambat menyadari bahwa ada sesuatu yang terjadi di kampnya sendiri.

* -guh ...! *

Istrinya Seras menjerit, lalu meludahkan darah

Sebuah belati perak menusuk dan menempel di sisi tubuhnya melalui celah di baju besinya.

Orang yang menusuknya adalah-kepala penjaganya, Gigi.



(¯ ^ ¯)


Share Tweet Share

Comment Now

0 komentar

Please wait....
Disqus comment box is being loaded