PENGUMUMAN

Setiap konten, merek dagang, atau bahan lain yang mungkin ditemukan di OTAKU-AKUT adalah bukan properti dari kami OTAKU-AKUT tetapi hak cipta dari pemiliknya masing-masing.OTAKU-AKUT tidak melakukan klaim kepemilikan atau tanggung jawab untuk kontent tersebut, dan anda harus mencari persetujuan hukum untuk setiap penggunaan bahan tersebut dari pemiliknya.

Gun-Ota ga Mahou Sekai ni Tensei shitara, Gendai Heiki de Guntai Harem wo Tsukucchaimashita!? Chapter 054 - Malam Pertama X Malam Pertama

Font Size :
Dark Mode
Reset Mode

Lalu seminggupun berlalu.

Kami akhirnya menerima kunci rumah dari agen bangunaan.
Kami membawa barang barang pribadi kami dari kediaman meiya dengan menggunakan kereta.

Perabotan yang snow dan crise beli juga di bawa, jadi di temapatkn di tempat yang sudah kami putuskan sebelumnya.
Karna kami bertiga bisa menggunakan body strengthening, bahkan crisse dapat membawa sofa seorang diri.

Tidak ada yang lebih mudah daripada itu, yang membuat pekerjaan berjalan dengan cepat.


Tengan hari kami selesai merapikan baarang bawaan kami dan mengadakan makan siang.

Kami mengahabikan sepanjang siang untuk persiapan pesta.

Yang menangani hidangan utama adallan snow.

Crisse tidak punya pengalaman dalam memasak, jadi dia membuat makanan penutup dengan ku.

Kami berencana membuat { pudding } dan { mille crape } yang sangat mereka sukai.

Saat kami selesai memasak dan mencapai jumlah yang kami targetkan dan berisitirahat, meiya datang.

Seperti janjinya dia membawa bebrapa alkohol.

Awalnya aku memintanya untuk datang, dan tidak perlu untuk membawa apapun, tapi meiya kelihatanya ingin memberi kami hadiah utnuk pindahan. Lalu dia memilih minuman.

Sejak ini adallah peristiwa special, dia mengatakan bahwa ia akan membawa minuman keras untuk menghidupkan suasana.

Makanan yang snow masak bebaris di atas meja.

Rebusan, sandwiches, salat, daging asap, dan lain lain.

Untuk dessert, [ pudding ] dan [ mille crepes ] menunggu di kulkas .

Kami membuka bir-buah yang meiya bawa, dan membuat tos.

Snow dan meiya sudah pernah minum alcohol sebelumnya.
Ini adallah pertama kalinya untukku dan crises, aku mencicipi makanan buatan istriku tercinta.

Kami mengadakan percakapan yang menyenangkan, begitu banyak waktu sudah berlalu sebelum aku menyadarinya.

Meiya berdiri dan berkata dia akan pulang.

                “ apa yang kamu katakan, bukankah kamu akan menginap malam ini ? aku sudah menyiapkan ruangan dan tempat tidur untuk meiya “

                “ aku berterima kasih, tapi ini hari pindahan mu, bahkan aku tidak akan menjadi tidak peka seperti itu ”

                “ ?????? “

Aku kesulitan mengartikan perkataanya dan megelengkan kepalaku.
Setelah  kami bertiga mengirimnya pulang, aku akhirnya mengerti apa maksudnya.

( itu benar!!! Tidak aka nada orang lain di rumah tapi hanya kami malam ini ! )

Sudah 6 tahun sejak aku mengemukakan rencana pernikahan dengan snow, dan beberapa bulan dengan chrisse.
Bagaimanapun, kami tidak pernah melakukan sesuatu yang echii sepanjang waktu itu.

Alasannya adallah karna kami tinggal di rumah orang lain, rumah mertua, dan penginapan murah di jalan.

Ini sangat tidak menyenangkan untuk mengdakan waktu pertama kami disana.

Tapi sekarang kami di rumah kami sendiri! Semua hal di izinkan, tak akan ada sisapapun yang menggangu kami !

Aku sangat lambat untuk mengerti apa yang snow maksud dengan “ pemisahan” dan “ mandiri”

Tentunya itu benar  bahwa meiya itu kaya, mangatungkan kebutuhan pokok kami kepada orang lain itu terlalu berlebihan, aku akhirnya menyadarinya.


                “ lalu, chrisse-chan dan aku akan bersih bersih dan mandi ”


                [ snow-oneechan, mari membasuh tubuh kita bersama ]

                “ ya!! Itu akan manyenangkan “


Keduanya bersih bersih dengan gembira, sebelum menuju ke kamar mandi.

Walaupun aku mengatakannya mandi, ini hanya sebuah bak Wadah logam besar dengan air panas, dari situ kami menuangkan air ke diri kami sendiri saat kami membersihkannya menggunakan handuk.

Perbadaanya bagaikan langit dan bumi dengan yang ada di kediaman meiya.

( tapi ya, jika kami ingin mandi untuk bersantai, kami hanya perlu pergi ke rumah meiya, jadi ini tidak masalah)

Jika itu kami, kami punya izin untuk dapat dengan bebas masuk dan keluar seperti yang kami ingikan.

Ketika snow dan crhisse di kamar mandi, aku tidak bisa tenang jadi aku mondar mandir di ruang santai dengan sofa.

( di situasi seperti ini, apakah lebih baik untuk menyiapakan tempat tidur? Sebelum itu, apakah ada condom di dunia ini? Aku belum perna melihatnya…………. Tapi tidak, mungkin aku hanya tidak punya kesepmpatan untuk contak dengan barang semacam itu, dan mereka sebenarnya benar-benar ada!! Jika begitu, sebagai seorang pria, ini seharusnya tanggung jawapku untuk membelinya! )

Tidak mungkin aku dapat pergi dari rumah, di tengah malam, pergi dan mengetuk pintu dari toko peralatan yang tutup.

Sejak awal, aku abhkan tidak tau apa mereka punya itu.


(awalnya, apa yang aku seharusnya melakukannya dengan keduanya snow dan chrisse di malam pertama kami? Tidak, tapi jika hanya snow malam mini, dan chrisse di tingallkan untuk besok malam, beberapa hal akan menjadi bermasalah setelah semuanya….. jika begitu, haruskah satu kamar tidur, dan satunya lagi di kamar tamu, dan kemudian mengunjungi mereka satu persatu? Tapi malam pertama kami di kamar tamu akam labih canggung,kan…… ? ! )

Sementara aku berganti-ganti antara duduk di sofa dan mondar-mandir dalam kegelisahan, mereka berdua meninggalkan kamar mandi.


                “ lute-kun maaf membuatmu menunggu. Kamar mandinya kosong sekarang”

Keduanya menunjukkan diri di ruang keluarga, snow dengan piyama putih sedangkan chrisse pink.
Hei itu adallah piyama yang cocok mereka berdua bisa merayakan rumah baru kami.

Mereka berdua begitu dekat, mereka seperti saudara.

                [kami tunggu di kamar dulu, oke?]

                "...Mengerti. Setelah aku selesai mandi, aku juga akan kesana. "

Dariis sikap mereka, tidak adan ada sexytime malam mini.

Mereka berdua menuju kamar tidur, dan sikap mereka juga casual.

Aku merasa komplek dan kecewa karena ekspetasiku, dan merasa lega karna di selamatkan dari persiapanku yang sakit.

Aku memasukki kamar mandi.

Snow sudah mengganti air hangatnya untuk ku.

Ada uap dari air hangat di bak besar.
Aku menyiramkan air ke tubuhku beberapa kali sebelum membersihkandiriku dengan handuk dan sabun.

aku menuangkan air ke kepala ku juga, jadi aku mengosongkan bak mandi dan meletakkannya di dinding.


Meninggalkan kamar mandi, aku mengeringkan tubuhku dengan handuk.

Setelah itu aku memakai piama yang cocok yang telah disiapkan Snow dan Chrisse untuk ku.

Sambil mematikan lampu sihir di kamar mandi, aku menuju kamar tidur di lantai dua.

Di tempat Meiya, kami masing-masing diberi kamar sendiri.

Itu sama juga di Vlad house.

Sesekali, kami bertiga juga tidur bersama di rumah Meiya.

Aku tidak bisa meletakkan tangan pada mereka saat itu, dan tidak meninggalkan apa-apa selain kenangan menahan diri yang menyakitkan.

(Ini tempat kami sendiri, tapi karena mungkin tidak akan ada sexytime, apakah aku harus menderita hal yang sama lagi ...?)

Dengan beberapa langkah yang cukup berat, aku membuka pintu kamar tidur.

Tapi lampu kamar tidur dimatikan.

Apakah mereka berdua sudah tidur?

                "? snow ? Chrisse? Jika sudah mematikan lampu, apakah itu berarti kalian sudah tidur? "

                "Jangan khawatir, kami masih terjaga. Tutup pintunya dan cepatlah ke arah kami. "

Meskipun aku bertanya-tanya sengan tanggapannya, ku melakukan apa yang di katakan.
Begitu aku menutup pintu, ruangan itu sekarang gelap gulita.

Aku secara refleks mengumpulkan mana ke mataku.

night-vision ku disempurnakan.

                "!?"

Di kamar tidur ada tempat tidur kanopi yang besar.

Cukup besar bahwa lima orang dewasa bisa tidur dengan nyenyak.

Snow  dan Chrisse menyukai hal itu, jadi mereka dengan suara bulat membeli tempat tidur ini. aku pikir itu mungkin perabot paling mahal yang kami miliki.

Yang Duduk di atas tempat tidur adallah mereka berdua, dengan bahu mereka saling menempel.

Terlebih lagi, yang mereka kenakan bukan piyama sebelumnya, tapi juga daster di atas celana dalam.

Snow berwarna putih, Chrisse berwarna pink.

Sama seperti piyama mereka, warnanya berbeda.

Mereka tidak mengenakan apa-apa selain pakaian dalam mereka, dan rupanya duduk di seprai bersih itu sambil menungguku meninggalkan kamar mandi.

Secara tidak sengaja aku memperbaiki night-vision ku.

Snow sudah menurunkan ponytailnya yang biasa, dan membiarkan rambut peraknya turun di punggungnya. Dia merah karena alasan yang berbeda dari rona blush yang biasanya dimilikinya setelah mandi, dan menatapku dari atas tempat tidur. Tidak seperti bagaimana kekanak-kanakan dia biasanya dibandingkan dengan usianya, sekarang dia menatapku dengan mata basah. Dada yang ditekan kembali oleh punggungnya terasa lebih besar daripada biasanya di balik bajunya. Bukankah dia F?

Meskipun snow tampak malu, dia tidak menunjukkan tanda-tanda mencoba menyembunyikan buah-buahan yang tampak lezat itu.

Di sisi lain, seperti yang kau duga, tubuh Chrisse tampak kekanak-kanakan di sebelah Snow's. Dadanya rata, dan pahanya tipis.

Meski Chrisse buahnya belum matang, ekspresinya dipenuhi dengan keingintahuan. Dengan senyum dan tatapannya yang biasa dan penuh dengan kegelisahan dan harapan, dia menungguku. Dagangan merah muda yang menutupi tubuhnya, dan celana dalam yang diikat dengan tali - sekilas, sepertinya itu tidak sesuai untuknya. Tapi sebaliknya, lingerie seksi yang tidak pantas pada anggota tubuhnya yang terlarang dan kekanak-kanakan membuat godaanku meningkat.

Dua keindahan yang luar biasa, dan terlebih lagi, keduanya berbeda, meminta ku bersama.

                "snow, Chrisse ..."

Seperti sleepwalker di tengah mimpi indah, aku menarik anak-anak perempuan dengan langkah goyah.

Ketika sampai di tempat tidur, mereka berdua tiba-tiba berbaring, dan dengan malu-malu memohon untukku.

                "Silakan bersenang-senang dan makan aku, woof."

                [aku ingin Oniichan mencintai ku banyak dan banyak]

Snow berbicara dalam gaya anjing yang biasa dia benci, sementara Chrisse mengusap pahanya dengan cemas.

Sudah jelas bahwa aku dibebaskan dari rantai akal.

Jika kau memasukkan kehidupan ku sebelumnya, maka jiwa ku berusia 41 tahun.

Bersama-sama, aku mengadakan pertama kali bersamaku kedua istri ku.
--------------------------------------------------------
  





===========================================================

terimakasih telah membaca sejauh ini..........

nah unutk terjemahan yang lebih baik silahkan berikan kritik dan sarannya dengan cara coment di postigan ini. oh yaaa  buat yang mau gabung jadi editor, penerjemah, atau yang mau bikin proyek sendiri juga boleh......

juga bagi teman yang mau ngasih donasi tapi ngak punya akun paypal  bisa dengan mengirimkan ane vocel pulsa telkomsel atau contak saya melui email

voidsafirma@gmail.com

===========================================================

Share Tweet Share

Comment Now

2 komentar

      Please wait....
      Disqus comment box is being loaded